Situs Judi Resmi 1 User ID Untuk Semua Game: Live Casino, Bola, Poker & Slots

Poker Online Indonesia | Judi QiuQiu Capsa Ceme

Poker Online Indonesia Bonus Setiap Deposit Serta QiuQiu Online Dan Bandar Judi Capsa Bonus New Member Di Situs Bandar Judi Poker IndonesiaOnline.Poker

Soal Lagu ‘Ahok Pasti Tumbang’, Kader PDIP Diminta Tahan Diri

Jakarta, CNN Indonesia — Yel-yel ‘Ahok Tumbang’ yang disuarakan oleh sejumlah kader PDI Perjuangan mendapat tanggapan dari anggota pengurus pusat partai banteng. Dewan Pengurus Pusat PDI Perjuangan menginstruksikan kepada anggotanya untuk menahan diri.

Sebuah video yang memuat yel-yel ‘Ahok Tumbang’ menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat para kader PDI Perjuangan dengan mengenakan atribut lengkap partai berwarna merah, meneriakan ‘Ahok Pasti Tumbang’.

Dalam video tersebut tampak Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Bambang DH, dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DKI Jakarta Gembong Warsono.

Mereka kompak menyanyikan lagu ‘Ahok Pasti Tumbang’ dengan tangan mengepal penuh semangat.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai ekspresi yang diperlihatkan di video tersebut merupakan dinamika yang lumrah terjadi.

Namun ia mengaku sudah menghubungi Ketua Bappilu DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono dan meminta agar menenangkan suasana.

“Saya sudah menghubungi Pak Gembong dan saya minta cooling down,” ujarnya saat ditemui di kantor DPP PDI Perjuangan, Kamis (18/8).

Hasto berkata PDI Perjuangan menjunjung tinggi tradisi demokrasi yang berkebudayaan. Karenanya, berbagai ekspresi yang dikeluarkan oleh kadernya pun harus sesuai dengan adat ketimuran khas Indonesia.

PDIP sampai saat ini masih belum menentukan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang akan mereka usung. Partai masih terbelah antara mereka yang mendukung Ahok dan yang mendukung calon lain.

Ini bukan pertama kalinya internal PDI Perjuangan mempertontonkan perpecahan suara. Pada 2012, saat PDI Perjuangan belum mengusung Jokowi-Ahok, ada kader yang memberikan dukungan pada petahana Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Nachrowi Ramli.

Perbedaan tersebut dianggap Hasto merupakan hal yang biasa dan bukan merupakan bentuk perpecahan internal partai.

Hasto juga kembali menegaskan bahwa kader PDI Perjuangan harus patuh setelah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan DPP mengeluarkan kebijakan resmi atas pasangan calon yang akan diusung dalam Pilkada DKI Jakarta.

“Ketika keputusan akhir diambil maka sudah menjadi kesadaran (kader) untuk menjalankan keputusan partai itu.” (wis/wis)

IndonesiaOnline.Poker

Agen Judi Capsa QiuQiu Online Terpercaya, Judi Poker Online Indonesia serta Bandar Judi QiuQiu Terbesar dan salah satu Poker Online Terbaik di Indonesia dan Asia. Ayo ikuti Promo Bonus New Member, Bonus Deposit Setiap Deposit dari IndonesiaOnline.Poker serta Bonus Turnover, Bonus Referral dan Bonus Jackpot ratusan juta rupiah.